Memalukan!! Metro TV dan Kompas Diusir Massa Bela Islam karena Kepentingan Pemilik

27

kabarin.co – Jakarta, Aksi Damai Bela Islam III yang dilakukan di silang Monas menyisakan berbagai macam cerita. Salah satu kasus yang sangat disorot adalah pengusiran awak media oleh peserta aksi damai tersebut.

Seperti aksi bela Islam sebelumnya, Jurnalis Kompas dan Metro TV kembali diusir di lokasi kegiatan. Kejadian ini membuat prihatin para insan pers yang bergelut sehari-hari dengan dunia liputan.

Kali ini redaksi kabarin.co mencoba mewancarai salah satu tokoh pers nasional dan pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ahmad Taufik Jufri.

Menurut Ahmad Taufik, media massa harus independen dalam menjalankan fungsi pemberitaan.

“Media massa, terutama televisi harus benar2 akurat dalam proses pemberitaan. Masyarakat kita sudah cerdas, namun kalau terus terus tak akurat dan membuat berita bohong, akan berdampak buruk pada jurnalis yang di lapangan”. jelas Taufik.

25

Ia mengimbau agar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk melakukan protes kepada kemauan pemilik usaha televisi yang menggunakan media massa untuk tujuan kepentingan politik.

“IJTI dan juga organisasi jurnalis lain seharusnya juga protes atas kemauan pengusaha pemilik TV menggunakan media massa untuk tujuan politik dan bisnis dgn cara busuk dan membuat berita bohong dan tak akurat. Media seperti itu melecehkan dan menodai profesi jurnalis”. Ujar pria yang suka menggunakan batik itu.

Pria paruh baya yang bersahaja itu meminta kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus mengambil peran aktif untuk mengantisipasi kelakuan media massa yang digunakan untuk kepentingan politik.

“Mengkhianati kepercayaan publik atas frequensi yang sudah dipercayakan kepada Menkominfo. Disini KPI dan kominfo harus aktif mengantisipasi media massa seperti Metro TV yang menggunakan frequensi yang diberikan untuk kepentingan politik dan bisnis semata”. Himbaunya

Ia meminta para wartawatan yang bekerja untuk mengikuti Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI). Dan meminta pers menghormati hak masyarakat memperoleh info yang benar, sehingga tidak jatuh lagi korban jurnalis di lapangan.

“Perbuatan media massa seperti Metro TV ini bisa membuat setback atas perjuangan kebebasan pers yg pernah diperjuangkan pada rezim orde baru (Suharto) sekarang saatnya kita menjaga dan merawat kebebasan itu, janganlah pilar ke empat ini kau nodai dan lemahkan hai Metro TV untuk kawan2 jurnalis yg bekerja di Metro TV mari kita melawan dan ikuti hati nurani kita, seperti isi pertama KEWI – jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. Agar jangan jatuh lagi korbannya jurnalis di lapangan” Tutup Ahmad Taufik. (apt-red)

Tags: #Kompas Diusir #Metro TV dan Kompas Diusir #Metro TV Diusir

Kehalaman Selanjutnya :